<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8759998502504177237</id><updated>2011-04-21T13:16:30.775-07:00</updated><category term='poetry'/><category term='just want to know'/><category term='ujian'/><category term='Tugas'/><category term='asal usil'/><title type='text'>adeztya</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://adeztya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeztya.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>adeztya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17713882148679358827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_Q--gvdK30Cc/R1InvSQ4GTI/AAAAAAAAAAw/WImFrJLejx8/S220/fadjar.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8759998502504177237.post-6828127665662564843</id><published>2008-11-09T12:47:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T06:09:22.870-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='just want to know'/><title type='text'>Untuk Ibu Pertiwi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Q--gvdK30Cc/SRdMxrXI4pI/AAAAAAAAAEI/bdLeh6Eaf_Q/s1600-h/Soekarno.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 192px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Q--gvdK30Cc/SRdMxrXI4pI/AAAAAAAAAEI/bdLeh6Eaf_Q/s200/Soekarno.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266762705570161298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Bukit-bukit di negeriku kini tenggelam&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Oleh darah dan air mata&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Apa yang dapat dilakukan oleh seorang anaknya yang merantau?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Untuk masyarakatnya yang sengsara?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Apa pula gunanya keluh-kesah&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Seorang penyair yang sedang tidak di rumah?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Seandainya rakyatku mati dalam pemberontakan menuntut nasibnya,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Aku akan berkata “Mati dalam perjuangan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Lebih mulia dari hidup dalam penindasan”&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Tapi rakyatku tidak mati sebagai pemberontak&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Kematian adalah satu-satunya penyelamat mereka,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dan penderitaan adalah tanah air mereka&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Ingatlah saudaraku,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Bahawa syiling yang kau jatuhkan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Ke telapak tangan yang menghulur di hadapanmu,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Adalah satu-satunya jambatan yang menghubungkan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Kekayaan hatimu dengan cinta di hati Tuhan.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;~ Kahlil Gibran ~&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8759998502504177237-6828127665662564843?l=adeztya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://toppuisi.blogspot.com/search/label/Kahlil%20Gibran' title='Untuk Ibu Pertiwi'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeztya.blogspot.com/feeds/6828127665662564843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8759998502504177237&amp;postID=6828127665662564843&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/6828127665662564843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/6828127665662564843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeztya.blogspot.com/2008/11/untuk-ibu-pertiwi.html' title='Untuk Ibu Pertiwi'/><author><name>adeztya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17713882148679358827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_Q--gvdK30Cc/R1InvSQ4GTI/AAAAAAAAAAw/WImFrJLejx8/S220/fadjar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Q--gvdK30Cc/SRdMxrXI4pI/AAAAAAAAAEI/bdLeh6Eaf_Q/s72-c/Soekarno.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8759998502504177237.post-7071905130012317053</id><published>2008-11-09T12:41:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T06:09:56.448-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='just want to know'/><title type='text'>Kebudayaan-nasional-versus kebudayaan komunitas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Q--gvdK30Cc/SRdMQ9K6IlI/AAAAAAAAAEA/51AbfvKfEr8/s1600-h/kebudayaan.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 169px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Q--gvdK30Cc/SRdMQ9K6IlI/AAAAAAAAAEA/51AbfvKfEr8/s200/kebudayaan.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266762143415018066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;KATA "Indonesia" awalnya hanya mengandung pengertian ethnological. Ia pertama kali diperkenalkan oleh GW Earl dan JR Logan, pada 1850, dalam dua artikel panjang yang dimuat di Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motif dan intensi politik pada kata ini agaknya dimulai sejak Soewardi Soerjaningrat mendirikan Indonesische Persbureau di Den Haag pada tahun 1913, disusul perubahan Indische Vereniging menjadi Indonesische Verbond van Studeerenden antara tahun 1917 dan 1919.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara intensi sebagai sebuah ruang kebudayaan modern agaknya muncul lebih kemudian. Memang, gagasan tentang suatu kebudayaan modern telah diapungkan sejak masa Raffles berkuasa di Batavia, lebih menguat lagi sejak digulirkannya proyek Etis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, gagasan itu, baik yang memusat ke modernisme gaya Raffles maupun modernisme gaya Etis, tidak terpisah dari kenyataan Hindia Belanda sebagai tanah jajahan dengan kepentingan- kepentingan imperial yang melingkupinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intensi di atas menguat seiring dengan bangkitnya kesadaran kebangsaan, khususnya di sekitaran Ikrar Pemuda tahun 1928. Sebelum peristiwa Ikrar Pemuda, lewat telisik pada sejumlah karya sastra yang terbit pada masa itu, suatu yang disebut kebudayaan modern terdiferensiasi dalam kultur intelektual di perkotaan kolonial dan kultur mestizos yang mapan di klab-klab eksklusif yang disebut societeit. Keduanya memiliki kesamaan, yakni sebagai buah yang tumbuh di pohon kolonialisme dan sama-sama mengambang antara dua keping dunia: Barat dan Timur, namun juga berbeda akibat hierarki rasial yang diajekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kesadaran untuk berbeda dengan keduanya, meski sama-sama berada dalam setting kolonialisme, suatu kebudayaan modern yang dibayangkan adalah kebudayaan dengan motif Indonesia merdeka. Motif ini beserta siapa yang menjadi aktor-aktornya dengan sendirinya memberikan jawaban seputar dikotomi antara "menghadap ke Timur" dan "menghadap ke Barat" sebagai basis dari suatu kebudayaan modern itu, sekaligus memberikan jawaban mengapa "menghadap ke Timur" kelak menjadi pilihan dengan faham esensialisme tumbuh subur di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan di atas terkesan ironis, terlebih bila mengingat faham esensialisme sesungguhnya dibentuk oleh hasrat kolonialisme itu sendiri. Hasrat untuk berkuasa lebih lama dengan tidak menggunakan kekuatan militer, tetapi dengan membuat kategorisasi lengkap dengan esensi dasar yang menjarakkan antara Barat dan Timur, pemindahan nilai yang tak seimbang antara keduanya, dan sebentuk ketergantungan. Namun, pilihan di atas beserta ironisme yang menyernya dapat juga dikatakan sebagai penemuan tak terduga karena ia agaknya memang buah dari perjalanan sejarah kolonialisme yang tiba-tiba menikung dan membawa masuk fasis Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuknya Jepang menjadi periode kedua bagi perkembangan suatu kebudayaan modern itu. Jepang juga yang agaknya mengenalkan istilah "kebudayaan nasional" diser pengandaian adanya identitas yang murni milik "kita". Dalam rangka "debelandaisasi", Jepang menggusur segala anasir Barat, mulai dari melarang pemakaian bahasa Belanda sampai pada menggalakkan semangat nasionalisme yang condong anti-individualisme di kalangan pemuda. Semboyan kebudayaan nasional, bagi penguasa militer Jepang waktu itu, hanyalah alat dalam upaya memenangi perang melawan Sekutu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Versus kebudayaan komunitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nasionalisme zaman penjajahan dan zaman perang telah memproduksi sebentuk kebudayaan nasional. Kebudayaan yang lahir dalam waktu imperial. Waktu yang ditandai dengan banyak rontoknya ruling class tradisional dan bertabrakannya hasrat new imperialism dengan kesadaran nasionalisme yang menuntut kehadiran waktu yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setting waktu imperial, proses produksi yang relatif singkat, yakni sepanjang paruh pertama abad ke-20, ditambah motif diskontinuitas, agaknya mendasari mengapa karakter kebudayaan yang dihasilkan cenderung kaku, represif, dan sentralistis. Dan, karakteristik ini, disadari atau tidak, menjadi praktik diskursif pada kemudian hari. Wacana kebudayaan nasional, khususnya dalam tiga dekade lebih rezim Orba, dengan pemahaman nasionalisme dimonopoli oleh kalangan militer, menjadi alat penyeragaman atas keberbagaian dan keberagaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaibnya, wacana kebudayaan nasional kembali menghangat akhir-akhir ini. Melalui suara yang ramai meneriakkan perlunya memberi frame nasionalisme dan patriotisme pada kebudayaan, khususnya pada produk-produk kesenian, terutama kesastraan yang dinilai "sesat" atau malah antek imperialis, wacana kebudayaan nasional seperti menemukan waktu revitalisasinya. Tentu tak ada yang salah dengan wacana ini. Bahkan malah sebaliknya, ia mungkin sangat relevan dihadapkan dengan persoalan ketidakadilan sosial yang terus berlangsung di Republik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sayangnya, wacana di atas justru mengarahkan dirinya untuk menjadi satu persoalan baru. Ia dengan jelas masih melembaga pemikiran kebudayaan sebagai produk nasionalisme zaman lampau. Ada histeria esensialisme yang dikandungnya. Histeria yang lahir dari sebentuk oposisi binear, pengandaian tentang adanya identitas yang otentik dan murni milik "kita", dan kepanikan ketika mendapati kebudayaan bergerak demikian bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui wacana tersebut terkesan ada intensi yang di satu sisi hendak mengontrol dan menggiring kembali pemahaman kebudayaan dalam kategorisasi berdasarkan kotak-kotak "nasional" dan etnik dan menjadi instrumen nilai-nilai yang dianggap adiluhung dan ajek. Sementara di sisi yang lain, ia mengabaikan, bahwa pada hari ini kebudayaan tidak lagi dapat digeneralisasi lewat penandaan itu. Dewasa ini kebudayaan tumbuh dalam lingkup komunitas dengan lokalitas dan sentimen komunitas sebagai basisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lingkup komunitas, produk kebudayaan merepresentasikan keberagaman sebagai keniscayaan. Ia merupakan bangunan nilai dan pengetahuan yang tidak seragam, yang berdialog dengan kenyataan sejarahnya sendiri dan dengan pengandaian-pengandaian pada sebentuk esok yang tidak harus sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, memaksakan wacana kebudayaan dengan frame nasionalisme dan patriotisme abad ke-20 di dalam kebudayaan komunitas tentu berpotensi menjadi kejahatan normatif dan diskursif. Namun, ini bukan berarti kebudayaan komunitas sepenuhnya bebas dari nilai-nilai itu. Persoalannya ialah nilai-nilai tersebut tidak hadir secara verbal dan eksplisit, melainkan sering secara metaforik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Agus Hernawan, Cohort VI Ford Foundation, Bergiat dalam Roda for Education and Culture&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://duniasastra.proboards55.com/index.cgi?board=diskusi&amp;amp;action=display&amp;amp;thread=72"&gt;Sumber: Kompas, Minggu, 13 Januari 2008  &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8759998502504177237-7071905130012317053?l=adeztya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://duniasastra.proboards55.com/index.cgi?board=diskusi&amp;action=display&amp;thread=72' title='Kebudayaan-nasional-versus kebudayaan komunitas'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeztya.blogspot.com/feeds/7071905130012317053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8759998502504177237&amp;postID=7071905130012317053&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/7071905130012317053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/7071905130012317053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeztya.blogspot.com/2008/11/kebudayaan-nasional-versus-kebudayaan.html' title='Kebudayaan-nasional-versus kebudayaan komunitas'/><author><name>adeztya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17713882148679358827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_Q--gvdK30Cc/R1InvSQ4GTI/AAAAAAAAAAw/WImFrJLejx8/S220/fadjar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Q--gvdK30Cc/SRdMQ9K6IlI/AAAAAAAAAEA/51AbfvKfEr8/s72-c/kebudayaan.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8759998502504177237.post-1305385012061980028</id><published>2008-11-09T12:27:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T12:37:46.474-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='just want to know'/><title type='text'>Potret buram nasib perempuan dalam sastra</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Q--gvdK30Cc/SRdJI59BRJI/AAAAAAAAADw/eaMrwOnNMP0/s1600-h/sad_anthy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 115px; height: 219px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Q--gvdK30Cc/SRdJI59BRJI/AAAAAAAAADw/eaMrwOnNMP0/s200/sad_anthy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266758706577622162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;NASIB kaum perempuan Indonesia di tengah dominasi budaya patriarkhi dapat ditelusur sejak roman Siti Nurbaya (1920) karya Marah Rusli yang terbit pada masa pra-Pujangga Baru. Menjadi representasi dari keadaan zamannya, dalam novel itu perempuan digambarkan dalam posisi yang lemah dan menjadi 'korban' kepentingan orang tua, adat, dan nafsu lelaki. Untuk melunasi hutang ayahnya, Siti Nurbaya harus menikah dengan Datuk Maringgih, lelaki tua yang sudah bau tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun ditulis oleh pengarang lelaki, dan tidak secara jelas membela kaum perempuan, novel tersebut sebenarnya dapat dimaknai sebagai suatu 'kesaksian zaman' tentang nasib kaum perempuan. Karena itu, dalam jangka panjang kesaksian itu dapat mengundang empati terhadap nasib kaum perempuan, dan pada akhirnya akan mengundang pembelaan. Kenyataannya, pada pasca-kolonialisme, Siti Nurbaya cukup memberi inspirasi untuk mendorong kebangkitan kaum perempuan agar tidak bernasib seperti Siti Nurbaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pada kenyataannya pula, dalam rentang sejarah sastra Indonesia yang cukup panjang, lebih banyak karya sastra Indonesia, karya para penulis Muslim atau bukan, lebih banyak menempatkan perempuan dalam posisi tertindas. Kondisi tersebut, jelas memberikan pencitraan negatif pada perempuan sebagai 'mahluk kelas dua' yang lemah dan gampang dikuasai oleh kaum lelaki. Hingga kini, tokoh-tokoh perempuan kerap ditulis menjadi korban kekerasan, penindasan, perkosaan, dan bahkan pengucilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potret buram nasib perempuan dalam sastra itu terentang sejak masa Siti Nurbaya, dan novel sezamannya, seperti Azab dan Sengsara (1920) karya Merari Siregar, serta karya-karya para penulis Indo-Belanda dan peranakan Cina yang cukup marak pada abad sebelumnya (1890-an), seperti Nyai Dasima (1890) karya G Francis, Nyai Isah karya F Wiggers, Nona Leonie karya HFR Kommer, dan Rosina karya FDJ Pangemanan. Meski tokoh-tokoh utamanya dilukiskan sebagai perempuan tegar, kaum perempuan di sekitarnya cenderung digambarkan bodoh, miskin, lemah, dan jadi korban budaya patriarkhi. Dalam Surat-Surat Kartini, meskipun ada pesan emansipatoris, perempuan (Kartini), juga digambarkan lemah dan jadi korban budaya patriarkhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditarik seabad lebih ke masa terkini, potret buram kaum perempuan miskisn, bodoh, dan cenderung jadi korban masih terlihat pada banyak karya sastra Indonesia, termasuk yang lahir dari para penulis Muslimah, seperti Dianing Widya Yudhistira dalam novel Sintren (2007). Tokoh utamanya, Saraswati, adalah gadis cantik yang lemah, bodoh, dan miskin, yang harus menjadi penari sintren dan 'dikorbankan' untuk kekuasaan lelaki. Dalam cerpen Jaring-jaring Merah, Helvy Tiana Rosa juga memotret kaum perempuan Aceh yang menjadi korban kekerasan kaum lelaki di tengah konflik bersenjata antara TNI dan GAM. Dalam novel Matahari di Atas Gilli karya Lintang Sugianto, meskipun ada semangat emansipatoris, kaum perempuan rata-rata juga digambarkan lemah, tidak terdidik, dan banyak yang meninggal saat melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu tidak terlalu meleset untuk mengatakan bahwa gambaran tentang perempuan dalam sastra Indonesia, juga karya-karya sastra dari dunia Islam serta Negara-negara berkembang pada umumnya, cenderung buram dan menjadi kaum yang tunduk dalam budaya patriarkhi. Belakangan ini, kita dapat membaca makin banyak karya sastra (novel) dari dunia Islam, baik dari kawasan Timur Tengah, Asia, maupun Afrika, dengan gambaran nasib perempuan yang kurang lebih sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gambaran ideal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Upaya untuk menggambarkan sosok perempuan secara lebih ideal, sebenarnya telah kerap juga dilakukan oleh sementara pengarang Indonesia. Dalam novel Layar Terkembang (1936) karya Sutan Takdir Alisyahbana, misalnya, tokoh perempuan (Tuti) digambarkan sebagai sosok yang terpelajar, modern, berpikiran maju, dan menjadi tokoh pergerakan yang tegar. Kaum perempuan 'memimpin proses perubahan sosial' kea rah kemajuan bangsanya, khususnya kemajuan kaum perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, idealisasi sosok perempuan yang 'bersemangat pembebasan' seperti itu tidak memiliki mata ran yang kuat hingga sekarang. Semangat pembebasan kaum perempuan dalam novel-novel mutakhir yang popular, seperti Saman karya Ayu Utami, justru keblinger pada semangat 'feminisme sempalan' yang cenderung berorientasi pada 'kebebesan perempuan untuk menikmati seks di luar nikah dan dari aturan moral'. Pembebasan seperti ini justru mengembalikan posisi perempuan sebagai objek kaum lelaki secara lebih ekstrem. Untungnya, Saman tidak ditulis oleh pengarang Muslim, sehingga kita cukup mengerti saja semangat sekulernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, dalam realitas kehidupan masa lalu dan masa kini, kaum perempuan memang masih cenderung menjadi objek, atau mengobjekkan diri, untuk kaum lelaki. Maraknya bisnis pelacuran, terselubung maupun terang-terangan, juga media-media porno bergambar perempuan telanjang, adalah realitas jender bersisi dua. Pada satu sisi, perempuan menjadi objek kaum lelaki, dan pada sisi lain perempuan sengaja mengobjekkan diri untuk lelaki demi uang. Jadi, perempuan berposisi sebagai objek sekaligus subjek. Apalagi, pada kenyataannya, kebanyakan germo pelacur adalah perempuan juga. Sementara, pada banyak kasus pelecehan seksual, seperti yang menimpa para TKI, kaum perempuan jelas-jelas menjadi korban lelaki, dan mereka sangat layak diselamatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya kini adalah bagaimana agar sastra Islam (seperti tema awal tulisan ini) agar dapat menjadi pelopor perjuangan jender yang efektif untuk membebaskan kaum perempuan dari kebodohan, kemiskinan, dan penindasan kaum lelaki. Tentu, bukan pembebasan dalam pengertian 'bebas dari aturan moral, batasan tabu dan etika seksual' semacam Saman, tetapi semangat pembebasan yang lebih Islami. Dalam hal ini, pencitraan perempuan yang 'menokoh' seperti Tuti dalam Layar Terkembang, dengan sentuhan yang lebih Islami, kiranya lebih cocok untuk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin itu terlampau ideal, dan agak berjarak dengan realitas. Tetapi, untuk mendorong proses perubahan sosial kaum perempuan di dunia Islam, khususnya di Indonesia, selain dibutuhkan potret nasib perempuan yang senyatanya, sering juga dibutuhkan idealisasi dengan kehadiran sosok-sosok perempuan teladan -- perempuan pelopor yang mampu membebaskan kaumnya dari kemiskinan, kebodohan dan penindasan -- yang dapat menjadi semacam kiblat mobilitas vertikal mereka. Dan, inilah 'ranah perjuangan' yang belum banyak digarap oleh pengarang Muslimah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;BSW Adjikoesoemo, Alumnus Filsafat UGM, Ketua Forum Indonesia Bangkit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://duniasastra.proboards55.com/index.cgi?board=diskusi&amp;amp;action=display&amp;amp;thread=69"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;Sumber: Republika, Minggu, 06 Januari 2008&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8759998502504177237-1305385012061980028?l=adeztya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://duniasastra.proboards55.com/index.cgi?board=diskusi&amp;action=display&amp;thread=69' title='Potret buram nasib perempuan dalam sastra'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeztya.blogspot.com/feeds/1305385012061980028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8759998502504177237&amp;postID=1305385012061980028&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/1305385012061980028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/1305385012061980028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeztya.blogspot.com/2008/11/potret-buram-nasib-perempuan-dalam.html' title='Potret buram nasib perempuan dalam sastra'/><author><name>adeztya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17713882148679358827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_Q--gvdK30Cc/R1InvSQ4GTI/AAAAAAAAAAw/WImFrJLejx8/S220/fadjar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Q--gvdK30Cc/SRdJI59BRJI/AAAAAAAAADw/eaMrwOnNMP0/s72-c/sad_anthy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8759998502504177237.post-7639076363482839705</id><published>2008-11-08T13:58:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T04:04:27.864-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poetry'/><title type='text'>Sebuah Ungkapan Untuk Sahabat</title><content type='html'>&lt;span class="title"  style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagi Sahabatku Yang Tertindas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai engkau yang dilahirkan di atas ranjang kesengsaraan,&lt;br /&gt;diberi makan pada dada penurunan nilai,&lt;br /&gt;yang bermain sebagai seorang anak di rumah tirani,&lt;br /&gt;engkau yang memakan roti basimu dengan keluhan dan meminum air keruhmu bercampur dengan airmata yang getir.&lt;br /&gt;Wahai askar yang diperintah oleh hukum yang tidak adil oleh lelaki yang meninggalkan isterinya,&lt;br /&gt;anak-anaknya yang masih kecil,&lt;br /&gt;sahabat-sahabatnya,&lt;br /&gt;dan memasuki gelanggang kematian demi kepentingan cita-cita, yang mereka sebut 'keperluan'.&lt;br /&gt;Wahai penyair yang hidup sebagai orang asing di kampung halamannya, tak dikenali di antara mereka yang mengenalinya,&lt;br /&gt;yang hanya berhasrat untuk hidup di atas sampah masyarakat dan dari tinggalan atas permintaan dunia yang hanya tinta dan kertas.&lt;br /&gt;Wahai tawanan yang dilemparkan ke dalam kegelapan kerana kejahatan kecil yang dibuat seumpama kejahatan besar oleh mereka yang membalas kejahatan dengan kejahatan,&lt;br /&gt;dibuang dengan kebijaksanaan yang ingin mempertahankan hak melalui cara-cara yang keliru.&lt;br /&gt;Dan engkau, Wahai wanita yang malang,&lt;br /&gt;yang kepadanya Tuhan menganugerahkan kecantikan.&lt;br /&gt;Masa muda yang tidak setia memandangnya dan mengekorimu,&lt;br /&gt;memperdayakan engkau,&lt;br /&gt;menanggung kemiskinanmu dengan emas.&lt;br /&gt;Ketika kau menyerah padanya, dia meninggalkanmu. Kau serupa mangsa yang gementar dalam cakar-cakar penurunan nilai dan keadaan yang menyedihkan.&lt;br /&gt;Dan kalian, teman-temanku yang rendah hati,&lt;br /&gt;para martir bagi hukum buatan manusia.&lt;br /&gt;Kau bersedih, dan kesedihanmu adalah akibat dari kebiadaban yang hebat,&lt;br /&gt;dari ketidakadilan sang hakim, dari licik si kaya,&lt;br /&gt;dan dari keegoisan hamba demi hawa nafsunya Jangan putus asa,&lt;br /&gt;kerana di sebalik ketidakadilan dunia ini,&lt;br /&gt;di balik persoalan, di balik awan gemawan,&lt;br /&gt;di balik bumi, di balik semua hal ada suatu kekuatan yang tak lain adalah seluruh kadilan, segenap kelembutan, semua kesopanan, segenap cinta kasih.&lt;br /&gt;Engkau laksana bunga yang tumbuh dalam bayangan.&lt;br /&gt;Segera angin yang lembut akan bertiup dan membawa bijianmu memasuki cahaya matahari tempat mereka yang akan menjalani suatu kehidupan indah.Engkau laksana pepohonan telanjang yang rendah kerana berat dan bersama salju musim dingin. Lalu musim bunga akan tiba menyelimutimu dengan dedaunan hijau dan berair banyak.Kebenaran akan mengoyak tabir airmata yang menyembunyikan senyumanmu. Saudaraku, kuucapkan selamat datang padamu dan kuanggap hina para penindasmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://toppuisi.blogspot.com/2008/05/bagi-sahabatku-yang-tertindas.html"&gt;~ Khalil Gibran ~&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="category"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8759998502504177237-7639076363482839705?l=adeztya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeztya.blogspot.com/feeds/7639076363482839705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8759998502504177237&amp;postID=7639076363482839705&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/7639076363482839705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/7639076363482839705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeztya.blogspot.com/2008/11/bagi-sahabatku-yang-tertindas.html' title='Sebuah Ungkapan Untuk Sahabat'/><author><name>adeztya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17713882148679358827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_Q--gvdK30Cc/R1InvSQ4GTI/AAAAAAAAAAw/WImFrJLejx8/S220/fadjar.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8759998502504177237.post-6421084186352752689</id><published>2008-11-08T13:50:00.000-08:00</published><updated>2008-11-08T13:54:52.201-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poetry'/><title type='text'>ungkapan khalil gibran untuk bunda</title><content type='html'>&lt;h2 style="font-family: courier new; color: rgb(0, 0, 0);" id="post-21"&gt;&lt;a href="http://www.puisi.org/tags/antologi/khalil-gibran/" rel="bookmark" title="Permanent Link to IBU"&gt;IBU&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;                             &lt;p style="font-family: courier new;"&gt;Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir - bibir manusia.&lt;br /&gt;Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah.&lt;br /&gt;Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;"&gt;Ibu adalah segalanya. Ibu adalah penegas kita dilaka lara, impian kta dalam rengsa, rujukan kita di kala nista.&lt;br /&gt;Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi. Siapa pun yang kehilangan ibinya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa&lt;br /&gt;merestui dan memberkatinya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;"&gt;Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu. Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya.&lt;br /&gt;Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;"&gt;Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan. Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya. Pepohonan&lt;br /&gt;dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;"&gt;Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.&lt;br /&gt;Penuh cinta dan kedamaian.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;"&gt;:+: Khalil Gibran :+:&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8759998502504177237-6421084186352752689?l=adeztya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeztya.blogspot.com/feeds/6421084186352752689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8759998502504177237&amp;postID=6421084186352752689&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/6421084186352752689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/6421084186352752689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeztya.blogspot.com/2008/11/ibu-ibu-merupakan-kata-tersejuk-yang.html' title='ungkapan khalil gibran untuk bunda'/><author><name>adeztya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17713882148679358827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_Q--gvdK30Cc/R1InvSQ4GTI/AAAAAAAAAAw/WImFrJLejx8/S220/fadjar.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8759998502504177237.post-6176677536702693879</id><published>2008-11-08T09:09:00.000-08:00</published><updated>2008-11-08T09:14:57.413-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poetry'/><title type='text'>sebuah karya dari khalil gibran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Q--gvdK30Cc/SRXIePm291I/AAAAAAAAADQ/ZJhkkCjvAGk/s1600-h/khalil+gibran.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 154px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Q--gvdK30Cc/SRXIePm291I/AAAAAAAAADQ/ZJhkkCjvAGk/s200/khalil+gibran.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266335761190811474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cinta : sebuah karya dari khalil gibran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;           &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?&lt;br /&gt;ketika kita menangis?&lt;br /&gt;ketika kita membayangkan?&lt;br /&gt;itu karena hal terindah di dunia tdk terlihat&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;ketika kita menemukan seseorang yang&lt;br /&gt;keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung&lt;br /&gt;dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan&lt;br /&gt;serupa yang dinamakan cinta.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan,&lt;br /&gt;seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,&lt;br /&gt;tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,&lt;br /&gt;melainkan suatu awal kehidupan baru,&lt;br /&gt;kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti,&lt;br /&gt;mereka yang telah dan tengah mencari dan&lt;br /&gt;mereka yang telah mencoba.&lt;br /&gt;karena merekalah yang bisa menghargai betapa&lt;br /&gt;pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan&lt;br /&gt;mereka.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu&lt;br /&gt;menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya,&lt;br /&gt;adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan&lt;br /&gt;kamu masih menunggunya dengan setia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Adalah ketika di mulai mencintai orang lain dan&lt;br /&gt;kamu masih bisa tersenyum dan berkata&lt;br /&gt;” aku turut berbahagia untukmu ”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu,&lt;br /&gt;biarkan hatimu kembalike alam bebas lagi.&lt;br /&gt;kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan&lt;br /&gt;cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati&lt;br /&gt;kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu&lt;br /&gt;mendapatkan keinginannya, melainkan mereka&lt;br /&gt;yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah&lt;br /&gt;bagaimana dalam perjalanan kehidupan.&lt;br /&gt;kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri&lt;br /&gt;dan menyadari bahwa penyesalan tidak&lt;br /&gt;seharusnya ada, cintamu akan tetap di hatinya&lt;br /&gt;sebagai penghargaan abadi atas pilihan2 hidup&lt;br /&gt;yang telah kau buat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata ” aku&lt;br /&gt;lupa ….”&lt;br /&gt;menunggu selamanya ketika kamu berkata ”&lt;br /&gt;tunggu sebentar ”&lt;br /&gt;tetap tinggal ketika kamu berkata ” tinggalkan aku&lt;br /&gt;sendiri ”&lt;br /&gt;mebuka pintu meski kamu belum mengetuk dan&lt;br /&gt;belum berkata ” bolehkah saya masuk ? ”&lt;br /&gt;mencintai juga bukanlah bagaimana kamu&lt;br /&gt;melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,&lt;br /&gt;melainkan bagaimana kamu memaafkan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,&lt;br /&gt;melainkan bagaimana kamu mengerti.&lt;br /&gt;bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa&lt;br /&gt;yang kamu rasa,&lt;br /&gt;bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan&lt;br /&gt;bagaimana kamu bertahan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus&lt;br /&gt;berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang&lt;br /&gt;itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita&lt;br /&gt;menyadari bahwa orang iu akan lebih berbahagia&lt;br /&gt;apabila kita melepaskannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah&lt;br /&gt;orang yang tak pernah menyatakan cinta&lt;br /&gt;kepadamu, karena takut kau berpaling dan&lt;br /&gt;memberi jarak, dan bila suatu saat pergi, kau akan&lt;br /&gt;menyadari bahwa dia adalah cinta yang tak kau&lt;br /&gt;sadari.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8759998502504177237-6176677536702693879?l=adeztya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeztya.blogspot.com/feeds/6176677536702693879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8759998502504177237&amp;postID=6176677536702693879&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/6176677536702693879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/6176677536702693879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeztya.blogspot.com/2008/11/sebuah-karya-dari-khalil-gibran.html' title='sebuah karya dari khalil gibran'/><author><name>adeztya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17713882148679358827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_Q--gvdK30Cc/R1InvSQ4GTI/AAAAAAAAAAw/WImFrJLejx8/S220/fadjar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Q--gvdK30Cc/SRXIePm291I/AAAAAAAAADQ/ZJhkkCjvAGk/s72-c/khalil+gibran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8759998502504177237.post-6850532884081264725</id><published>2008-05-08T10:14:00.000-07:00</published><updated>2008-11-17T20:14:36.646-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='asal usil'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Q--gvdK30Cc/SCM19wvlWKI/AAAAAAAAACE/o7OUnDWn06c/s1600-h/my+zone.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5198057730088458402" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Q--gvdK30Cc/SCM19wvlWKI/AAAAAAAAACE/o7OUnDWn06c/s200/my+zone.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8759998502504177237-6850532884081264725?l=adeztya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeztya.blogspot.com/feeds/6850532884081264725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8759998502504177237&amp;postID=6850532884081264725&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/6850532884081264725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/6850532884081264725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeztya.blogspot.com/2008/05/imagechefcom-custom-comment-codes-for.html' title=''/><author><name>adeztya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17713882148679358827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_Q--gvdK30Cc/R1InvSQ4GTI/AAAAAAAAAAw/WImFrJLejx8/S220/fadjar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Q--gvdK30Cc/SCM19wvlWKI/AAAAAAAAACE/o7OUnDWn06c/s72-c/my+zone.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8759998502504177237.post-2888617846066354731</id><published>2008-01-29T01:05:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T20:14:36.794-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ujian'/><title type='text'>ujian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Q--gvdK30Cc/R57s_U8qLLI/AAAAAAAAAB8/DZu1GlFn_U8/s1600-h/dsz.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Q--gvdK30Cc/R57s_U8qLLI/AAAAAAAAAB8/DZu1GlFn_U8/s200/dsz.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160822795712212146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;Pekerja anak&lt;/b&gt; adalah sebuah istilah untuk mempekerjakan anak kecil. Istilah &lt;i&gt;pekerja anak&lt;/i&gt; dapat memiliki konotasi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Eksploitasi&amp;amp;action=edit" class="new" title="Eksploitasi"&gt;pengeksploitasian&lt;/a&gt; anak kecil atas tenaga mereka, dengan gaji yang kecil atau pertimbangan bagi perkembangan kepribadian mereka, keamanannya, kesehatan, dan prospek masa depan.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Di beberapa negara, hal ini dianggap tidak baik bila seorang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Anak" title="Anak"&gt;anak&lt;/a&gt; di bawah umur tertentu, tidak termasuk pekerjaan rumah tangga dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pekerjaan_sekolah&amp;amp;action=edit" class="new" title="Pekerjaan sekolah"&gt;pekerjaan sekolah&lt;/a&gt;. Seorang 'bos' dilarang untuk mempekerjakan anak di bawah umur, namun umum minimumnya tergantung dari peraturan negara tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Meskipun ada beberapa anak yang mengatakan dia ingin bekerja (karena bayarannya yang menarik atau karena anak tersebut tidak suka sekolah), hal tersebut tetap merupakan hal yang tidak diinginkan karena tidak menjamin masa depan anak tersebut. Namun beberapa kelompok hak pemuda merasa bahwa pelarangan kerja di bawah umur tertentu melanggar hak manusia.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Penggunaan anak kecil sebagai pekerja sekarang ini dianggap oleh negara-negara kaya sebagai pelanggaran &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hak_manusia" title="Hak manusia"&gt;hak manusia&lt;/a&gt;, dan melarangnya, tetapi negara miskin mungkin masih mengijinkan karena keluarga seringkali bergantung pada pekerjaan anaknya untuk bertahan hidup dan kadangkala merupakan satu-satunya sumber pendapatan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;Untuk info lebih lengkap &lt;a href="http://http://id.wikipedia.org/wiki/Pekerja_anak"&gt;klik ini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Pekerja_anak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8759998502504177237-2888617846066354731?l=adeztya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeztya.blogspot.com/feeds/2888617846066354731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8759998502504177237&amp;postID=2888617846066354731&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/2888617846066354731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/2888617846066354731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeztya.blogspot.com/2008/01/ujian.html' title='ujian'/><author><name>adeztya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17713882148679358827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_Q--gvdK30Cc/R1InvSQ4GTI/AAAAAAAAAAw/WImFrJLejx8/S220/fadjar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Q--gvdK30Cc/R57s_U8qLLI/AAAAAAAAAB8/DZu1GlFn_U8/s72-c/dsz.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8759998502504177237.post-8099310670696170448</id><published>2008-01-09T02:58:00.000-08:00</published><updated>2008-11-08T13:48:09.178-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='just want to know'/><title type='text'>Media Massa</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;adeztya file&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-size:48;" &gt;Media Massa&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:14;" &gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Tak terbayangkan kehidupan di dunia ini tanpa sarana penyiaran berita, tanpa pelapor berita, tanpa wartawan, tanpa suratkabar, tanpa jurufoto, tanpa televisi, tanpa jurukamera, tanpa radio, dan sekarang tanpa internet. Singkatnya, tanpa keberadaan komunikasi massa, yang lebih popular dengan istilah ‘media massa’.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Bayangkan seandainya serbuan Amerika terhadap Irak, di tengah ketiadaan media massa, baru diketahui dua minggu atau sebulan kemudian dari cerita mulut ke mulut. Barangkali reaksi masyarakat internasional tidak akan sekeras yang kita lihat tempohari. Namun, karena ekseistensi media massa plus perkembangan teknologi komunikasi-informasi yang begitu pesat, hampir semua peristiwa di mana pun di dunia ini bisa tersebar luas beritanya dalam hitungan menit, kalau tidak detik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:14;" &gt;Apa itu Media Massa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Dari segi etimologis, ‘media massa’ adalah &lt;span&gt; &lt;/span&gt;‘komunikasi massa’ –komunikasi massa adalah sebutan yang lumrah di kalangan akademis untuk studi ‘media massa’.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Dari segi makna, ‘media massa’ adalah alat/sarana untuk menyebar-luaskan berita, analisis, opini, komentar, materi pendidikan dan hiburan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:14;" &gt;Peranan Media Massa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Salah satu peranan media adalah mempengaruhi sikap dan perilaku orang/public. McDevitt (1996: 270) mengatakan, “Media cukup efektif dalam membangun kesadaran warga mengenai suatu masalah (isu).” Lindsey (1994: 163) berpendapat, “Media memiliki peran sentral dalam menyaring informasi dan membentuk opini masyarakata.” Sedangkan para pemikir sosial seperti Louis Wirth dan Talcott Parsons menekankan pentingnya media massa sebagai alat kontrol sosial.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Ketika menyerbu Irak pada bulan Maret 2003, salah satu unit penting yang disiapkan oleh militer Amerika Serikat adalah ‘media centre’ yang berada satu atap dengan Command and Control Centre di Qatar. Dari media centre ini, militer Amerika secara berkala memberika&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;penjelasan tentang operasi mereka. Pemerintah Bush sadar betul bahwa unit ini, dalam banyak hal, akan membantu posisi politik mereka –baik di dalam negeri, maupun di mata dunia. Jadi, AS melancarkan perang simultan: perang piranti keras (hardware) berupa pengerahan perangkat militer, dan perang piranti lunak (software) –dalam hal ini ‘perang media massa’.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Para pemegang kekuasaan menyadari betul bahwa media massa, wartawan, jurukamera, jurufoto, perlu ‘dijadikan teman’ karena mereka memegang senjata yang jauh lebih penting dari perangkat perang yang mereka kerahkan di Irak, Afghanistan, Bosnia, dsb.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Tak sampai seminggu lalu, Presiden SBY mengundang para wartawan untuk ‘makan durian’ di satu kebun durian tak jauh dari Bogor. Apakah ini pul-kumpul omong kosong belaka? Tentu tidak. Para penasihat SBY tahu persis bahwa ‘mesin pencitraan 2009’ harus mulai bekerja sekarang dengan memanfaatkan media massa. SBY harus sudah mulai sering tampil di layar TV, terdengar di radio, terpampang di suratkabar, majalah, dsb. Sebab, pemilihan presiden 2009 ‘tidak lama lagi’.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Kemudian, kita lihat begitu banyak universitas, akademi, sekolah tinggi, pesantren, kursus-kursus, dll, yang mengiklankan diri di berbagai jenis media massa menjelang masa penerimaan mahasiswa baru. Ini semua mereka lakukan karena kesadaran bahwa media massa berperan penting untuk menjaring calon mahasiswa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Segelintir contoh di atas terjadi karena kesadaran akan besarnya peranan media massa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:14;" &gt;Kekuatan Media Massa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Yang paling menarik dari operasi media massa adalah dampak yang ditimbulkannya terhadap cara orang bereaksi setelah menerima berita/informasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Ketika seluruh dunia tahu lewat media bahwa senjata pemusnah massal dan uranium tidak ditemukan di Irak, berita ini memicu protes/demo besar di seluruh pelosok dunia. Pemerintah Bush kalang kabut menjelaskan ‘alasan lain’ untuk menyerbu Irak. Mereka cari-cari kaitan antara Saddam Hussein dan al-Qaeda atau terorisme, walaupun badan-badan intelijen mereka sendiri mengatakan tidak ada hubungan itu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Begitu penyiksaan di penjara Abu Ghraib, Baghdad, tersiar ke seluruh dunia, Washington sangat terpojok, sangat malu. Foto-foto dan footage televisi tentang berbagai adegan penganiayaan di penjara ini yang tersiar ke seluruh dunia, yang dimulai oleh acara berita “60 Minutes II” televisi Amerika pada 28 April 2004, membuat kredibilitas AS dan para sekutunya menjadi runtuh total. Sebagian pengeritik politik luarnegeri AS mengatakan, Abu Ghraib merupakan cerminan dari sikap dan kebijakan Amerika keseluruhan yang tidak menghargai dan selalu melakukan tindak kekerasan terhadap orang Arab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Berita penyiksaan di Guantanamo dan tidak adanya akses legal para tahanan di situ, juga memojokkan Washington. Pemerintah Bush dicela keras oleh politisi dan lembaga-lembaga HAM. Liputan media memaksa Amerika untuk berwajah lebih manis terhadap para tahanan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Berita, analisis dan komentar tentang jumlah korban tewas tentara Amerika di Irak yang menembus angka 3,000, membuat ‘approval rate’ Presiden George W Bush turun ke tingkat terendah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Laporan tentang kehancuran luarbiasa di Libanon akibat gempuran Israel ketika berperang dengan Hizbullah, membuat opini internasional melihat Israel bertindak berlebihan. Sebaliknya, pemberitaan perang ini membuat pemimpin Hizbullah Libanon, Hassan Nasrallah, menjadi sangat populer di kalangan rakyat Timur Tengah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Contoh lain, Tony Blair mengalami krisis politik berkali-kali ketika berbagai skandal di tubuh pemerintahnya disiarkan oleh media massa. Menteri transportasi Stephen Byers mundur setelah berbulan-bulan menjadi bahan pemberitaan karena mempertahankan spin-doctor-nya, Jo Moore, yang menulis email pada tanggal 11 September 2001 bahwa “ini merupakan hari yang bagus untuk mengubur berita buruk tentang kondisi angkutan umum”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Laporan media yang sangat ekstensif tentang kasus cash for honour (sumbang Partai Buruh utk dapatkan gelar kerajaan) membuat Blair dilanda krisis paling berat selama kekuasaannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Ratu Elizabeth terpaksa tampil di televisi untuk menyampaikan pidato istimewa untuk menghormati Putri Diana yang tewas dalam kecelakaan mobil di Paris, akhir Agustus 1997. Ratu terpaksa berpidato setelah selama berhari-hari media massa, khususnya siaran langsung televisi, menunjukkan ratusan ribu pelayat yang meletakkan karangan bunga sepanjang lebih satu kilometer mulai gerbang Kensington Palace, kediaman Lady Di.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Footage dan gambar-gambar yang menunjukkan amukan tsunami di Aceh membuat orang dari seluruh dunia memberikan sumbangan dana dalam jumlah besar. Di Inggris, langsung berdiri Disaster Emergency Committee (DEC) yang berhasil mengumpulkan dana lebih 300 juta poundsterling. Bantuan untuk Aceh datang dari mana-mana. Ini semua adalah dampak pemberitaan media massa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Kasus bully di acara Big Brother Channel 4 membuat Jady Good terperosok jauh ke dalam Lumpur celaan, dan acara itu sendiri dikritik habis oleh berbagai pihak. Sang korban bully, Shilpa Shetti, sebaliknya menjadi terangkat dan dikejar-kejar oleh televisi untuk wawancara eksklusif (dengan bayaran besar, tentunya). Menyusul kasus ini, perdebatan mengenai rasisme pun kembali menghangat di berbagai jenis media.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Yahya Zaini akhirnya kehilangan status dan pekerjaan sebagai anggota DPR setelah footage porno-nya bersama pedangdut Eva Maria tersiar ke seluruh dunia. [Mesin pelintir Golkar berusaha mengalihkan perhatian dengan cara mempersoalkan sisi pidana dari penyebaran footage itu, namun tidak berhasil.]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Dua menteri SBY, Yusril Ihza Mahendra dan Hamid Awaluddin, sedang berada dalam posisi yang terpojok setelah tersiar luas kisah pencairan uang Tommy Suharto di luarnegeri dengan menggunakan rekening departemen hukum dan HAM di tahun 2004.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Banyak lagi contoh tentang dampak pemberitaan/penyiaran media massa. David Beckham menjadi ikon sepakbola dan terkenal ke seluruh dunia, terutama di kalangan anak-anak muda, karena dibesarkan oleh media (Inggeris). Koran-koran dan majalah terus-menerus mengikuti perjalanan Beckham dan isterinya. Padahal, banyak pemain bola lain yang lebih hebat dari Beckham, tetapi tidak terkenal karena tidak ada “dukungan” dari media. Sebagai dampak sampingan dari kemashuran ini, Beckham pun digunakan sebagai bintang iklan. Keterkenalan ini pula yang membuat dia dikontrak sebesar $250 juta dollar oleh klub sepakbola Galaxy di Los Angeles.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:14;" &gt;Segitiga Media-Politik-Publik&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Peranan media massa lebih diperkuat oleh kemajuan pesat dalam penemuan teknologi komunikasi. Yang terjadi beberapa menit yang lalu bisa langsung dilihat rekaman gambar (footage)-nya di televisi atau situs-situs berita yang menyediakan podcats; atau foto-foto biasa di suratkabar maupun situs berita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Begitu kuatnya peranan media massa, pada era sekarang ini para politisi di seluruh dunia menjadikan kampanye media sebagai prioritas utama dalam daftar strategi mereka. Kampanye politik (political broadcast) di televisi bisa mempengaruhi massa dalam menentukan pilihan. Dan, kalau sutradara (spin-doctor) seorang politisi mampu menangkap selera publik, serta paham betul bagaimana menampilkan sang politisi di layar TV, maka semakin besar kemungkinan masyarakat akan bereaksi positif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Dalam posisi yang seharusnya independen, media akan ‘membantu’ masyarakat untuk memahami berbagai peristiwa, termasuk memahami peta politik dan program-program partai. Media akan menjelaskan siapa dan apa di dunia politik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Akan tetapi, dalam batas tertentu media ‘memerlukan’ para aktor politik, ekonomi, sosial, budaya. Sebab, mereka inilah yang banyak menentukan arah kehidupan massa; merekalah yang menjadi sumber berita (news-maker). Karena itu, para presiden, perdana menteri, kepala pemerintahan, menteri keuangan, pengusaha dan perusahaan besar, tokoh masyarakat, perancang mode, para aktor/aktris, seniman, dlsb, selalu diikuti oleh media.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Selain itu, media sendiri tidak lepas dari masalah dana operasional. Suratkabar, majalah, televisi, dan radio memerlukan biaya yang cukup besar untuk menjalankan fungsinya. Media cetak dan televisi terutama, belakangan ini berubah menjadi bisnis besar. Stasiun-stasiun komersial dimiliki oleh perusahaan raksasa multinasional. Kenyataan ini memicu tuduhan bahwa media yang dikuasai pemodal besar itu beroperasi tidak dengan prinsip ‘impartial’ (tidak memihak).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Di celah-celah kepemilikan korporasi besar itu, di sana-sini masih ada media cetak dan televisi maupun radio yang berdiri netral, atau bahkan ‘memihak’ akar rumput.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Karena itulah, di kalangan media massa sekarang ini terjadi polarisasi ideologis. Yang satu disebut ‘media kanan’ dan yang lainnya ‘media kiri’.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Di Inggris, misalnya, para pemerhati mengelompokkan The Sun, Sky News (BskyB), Daily Telegraph antara lainnya sebagai ‘media kanan’, sedangkan The Guardian, The Independent, Daily Mirror sebagai ‘media kiri’.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Polarisasi ideologis ini bisa melahirkan “kolaborasi lepas” antara sejumlah media dan penguasa. Di Inggris, kelompok Rupert Murdoch menyatakan dukungan untuk Tony Blair sebelum pemilihan umum 1997 sampai sekarang. Di Amerika, beberapa saluran televisi seperti FoxNews terang-terangan memihak Presiden Bush.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Di Indonesia, banyak orang yakin bahwa sejumlah media mendukung SBY. Tetapi, fragmentasinya lebih beragam lagi. Misalnya, ada media yang mendukung partai-partai tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Polarisasi ini pada akhirnya bisa merugikan masyarakat. Sebab, kalau ada sejumlah media besar memihak penguasa, akan sulit untuk mengharapkan fungsi kontrol mereka. Publik sangat bergantung pada media massa dalam memilih informasi, meletakkannya dalam bingkai yang benar, dan kemudian memberikan analisis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Itulah sebabnya, dalam “Segitiga Media-Politik-Publik”, posisi media akan sangat menentukan. Media milik publik (dus, bekerja untuk masyarakat), akan membuat penguasa terkontrol ketat. Sebaliknya, media yang terkooptasi oleh penguasa akan membuat masyarakat kebingungan atau keliru dalam menentukan pilihan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:14;" &gt;Anda dan Media&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Salah satu tujuan Bengkel Jurnalistik ini adalah untuk mencari peluang mempromosikan gagasan, karya atau penemuan anda lewat media massa. Keinginan ini tidaklah berlebihan karena karya dan temuan anda akan lebih cepat tersebar ke masyarakat bila diterbitkan/ditayangkan oleh media.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Saya melihat ada beberapa faktor kunci untuk itu. Pertama, daya jual karya anda. Kedua, relevansi karya anda itu dengan kehidupan masyarakat luas. Ketiga, simplisitas karya tulis anda. Keempat, koneksi anda dengan orang-orang di media. Faktor keempat ini bahkan bisa melemahkan ketiga faktor lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Di Indonesia, banyak penulis yang menjadi top melalui koneksi di koran atau majalah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Kalau karya tulis anda relevan dengan salah satu segmen di suatu media cetak dan topikal, katakanlah rubrik ekonomi, hukum, teknologi, kesehatan, agama, dsb, biasanya tidak ada hambatan untuk dipublikasikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Begitu anda bisa menembus sebuah penerbitan, biasanya artikel-artikel berikutnya tidak akan sulit. Dari dari sinilah seorag penulis akan membangun kredibilitasnya, dan dari sini pula seorang penulis memulai popularitasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Bila ini menjadi kenyataan, maka dalam batas tertentu anda sudah bisa disebut “menguasai media massa”. Expertise anda akan mendikte media.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8759998502504177237-8099310670696170448?l=adeztya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeztya.blogspot.com/feeds/8099310670696170448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8759998502504177237&amp;postID=8099310670696170448&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/8099310670696170448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/8099310670696170448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeztya.blogspot.com/2008/01/media-massa.html' title='Media Massa'/><author><name>adeztya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17713882148679358827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_Q--gvdK30Cc/R1InvSQ4GTI/AAAAAAAAAAw/WImFrJLejx8/S220/fadjar.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8759998502504177237.post-6884157897320096665</id><published>2008-01-07T01:38:00.001-08:00</published><updated>2008-11-17T20:14:37.078-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='asal usil'/><title type='text'>???</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Q--gvdK30Cc/R4HzgZ7qtDI/AAAAAAAAABw/boU9vGZkJ98/s1600-h/i+do..+CaRe+for.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Q--gvdK30Cc/R4HzgZ7qtDI/AAAAAAAAABw/boU9vGZkJ98/s200/i+do..+CaRe+for.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5152667186731070514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Q--gvdK30Cc/R4HzSJ7qtCI/AAAAAAAAABo/OELO9dTq15M/s1600-h/4+mY+dEarEst.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Q--gvdK30Cc/R4HzSJ7qtCI/AAAAAAAAABo/OELO9dTq15M/s200/4+mY+dEarEst.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5152666941917934626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8759998502504177237-6884157897320096665?l=adeztya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeztya.blogspot.com/feeds/6884157897320096665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8759998502504177237&amp;postID=6884157897320096665&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/6884157897320096665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/6884157897320096665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeztya.blogspot.com/2008/01/blog-post.html' title='???'/><author><name>adeztya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17713882148679358827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_Q--gvdK30Cc/R1InvSQ4GTI/AAAAAAAAAAw/WImFrJLejx8/S220/fadjar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Q--gvdK30Cc/R4HzgZ7qtDI/AAAAAAAAABw/boU9vGZkJ98/s72-c/i+do..+CaRe+for.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8759998502504177237.post-1811470357171449144</id><published>2007-12-18T00:26:00.000-08:00</published><updated>2007-12-18T00:30:48.970-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tugas'/><title type='text'>Tugas IT-II mengenai FTP</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Berikut adalah sejarah singkat mengenai File Transfer Protocol (FTP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;File Transfer Protocol&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;§ Pengertian FTP&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;File Transfer Protocol (FTP) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu network yang menggunakan TCP koneksi bukan UDP. Dua hal yang penting dalam FTP adalah FTP Server dan FTP Client.&lt;br /&gt;FTP server adalah suatu server yang menjalankan software yang berfungsi untuk memberikan layanan tukar menukar file dimana server tersebut selalu siap memberikan layanan FTP apabila mendapat permintaan (request) dari FTP client.&lt;br /&gt;FTP client adalah computer yang merequest koneksi ke FTP server untuk tujuan tukar menukar file. Setelah terhubung dengan FTP server, maka client dapat men-download, meng-upload, merename, men-delete, dll sesuai dengan permission yang diberikan oleh FTP server.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;§ Tujuan dari FTP server adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;• Untuk tujuan sharing data&lt;br /&gt;• Untuk menyediakan indirect atau implicit remote computer&lt;br /&gt;• Untuk menyediakan tempat penyimpanan bagi user&lt;br /&gt;• Untuk menyediakan transfer data yang reliable dan efisien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;§ Keamanan FTP&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;FTP sebenarnya cara yang tidak aman dalam mentransfer suatu file karena file dikirimkan tanpa di-enkripsi terlebih dahulu tetapi melalui clear text. Mode text yang dipakai untuk transfer data adalah format ASCII atau format binary. Secara default, FTP menggunakan mode ASCII dalam transfer data. Karena pengirimannya tanpa enkripsi, username, password, data yang di transfer, maupun perintah yang dikirim dapat di sniffing oleh orang dengan menggunakan protocol analyzer (sniffer). Solusi yang digunakan adalah dengan menggunakan SFTP (SSH FTP) yaitu&lt;br /&gt;Lisensi Dokumen:&lt;br /&gt;Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com&lt;br /&gt;Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di kutip dari tulisan &lt;a href="http://deny391.blogspot.com/2007/12/file-transfer-protocol.html"&gt;deny&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8759998502504177237-1811470357171449144?l=adeztya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeztya.blogspot.com/feeds/1811470357171449144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8759998502504177237&amp;postID=1811470357171449144&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/1811470357171449144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/1811470357171449144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeztya.blogspot.com/2007/12/tugas-it-ii-mengenai-ftp.html' title='Tugas IT-II mengenai FTP'/><author><name>adeztya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17713882148679358827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_Q--gvdK30Cc/R1InvSQ4GTI/AAAAAAAAAAw/WImFrJLejx8/S220/fadjar.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8759998502504177237.post-4776778623039542227</id><published>2007-12-10T02:37:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T20:14:37.245-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='asal usil'/><title type='text'>tugas IT-II, up load photo dan buat tautan</title><content type='html'>&lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Q--gvdK30Cc/R10XWyQ4GVI/AAAAAAAAABA/aTmR9h_kncM/s1600-h/x-treme.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 100px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Q--gvdK30Cc/R10XWyQ4GVI/AAAAAAAAABA/aTmR9h_kncM/s200/x-treme.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142292029744093522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;mau tambah kenalan???&lt;br /&gt;klik aja &lt;a href="http://www.belinda-abel.blogspot.com"&gt;disini&lt;/a&gt;...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8759998502504177237-4776778623039542227?l=adeztya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeztya.blogspot.com/feeds/4776778623039542227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8759998502504177237&amp;postID=4776778623039542227&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/4776778623039542227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/4776778623039542227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeztya.blogspot.com/2007/12/tugas-it-ii-up-load-photo-dan-buat.html' title='tugas IT-II, up load photo dan buat tautan'/><author><name>adeztya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17713882148679358827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_Q--gvdK30Cc/R1InvSQ4GTI/AAAAAAAAAAw/WImFrJLejx8/S220/fadjar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Q--gvdK30Cc/R10XWyQ4GVI/AAAAAAAAABA/aTmR9h_kncM/s72-c/x-treme.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8759998502504177237.post-9168868675996195610</id><published>2007-12-01T21:14:00.000-08:00</published><updated>2007-12-01T21:16:45.713-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poetry'/><title type='text'>dygta</title><content type='html'>dear my love,&lt;br /&gt;you're look so nice in my eyes,&lt;br /&gt;the sound of your voice is like melody in my heart,&lt;br /&gt;i love the way you talk and walk,&lt;br /&gt;the way you keep your behavior,&lt;br /&gt;you're so woman...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8759998502504177237-9168868675996195610?l=adeztya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeztya.blogspot.com/feeds/9168868675996195610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8759998502504177237&amp;postID=9168868675996195610&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/9168868675996195610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/9168868675996195610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeztya.blogspot.com/2007/12/dygta.html' title='dygta'/><author><name>adeztya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17713882148679358827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_Q--gvdK30Cc/R1InvSQ4GTI/AAAAAAAAAAw/WImFrJLejx8/S220/fadjar.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8759998502504177237.post-7637939883674649250</id><published>2007-12-01T21:10:00.000-08:00</published><updated>2007-12-01T21:13:55.451-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poetry'/><title type='text'>untitled</title><content type='html'>aQ bernyanyi bagai biduan,&lt;br /&gt;aQ bersyair bagai pujangga,&lt;br /&gt;dan aQ menaruh harap bagai seorang pemimpi,&lt;br /&gt;agar selalu bersama,&lt;br /&gt;sehidup dan semati,&lt;br /&gt;tapi, siapa hidup dan siapa yang mati???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8759998502504177237-7637939883674649250?l=adeztya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeztya.blogspot.com/feeds/7637939883674649250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8759998502504177237&amp;postID=7637939883674649250&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/7637939883674649250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/7637939883674649250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeztya.blogspot.com/2007/12/untitled.html' title='untitled'/><author><name>adeztya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17713882148679358827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_Q--gvdK30Cc/R1InvSQ4GTI/AAAAAAAAAAw/WImFrJLejx8/S220/fadjar.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8759998502504177237.post-7527373119425261666</id><published>2007-12-01T01:02:00.000-08:00</published><updated>2007-12-01T01:05:14.494-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='asal usil'/><title type='text'>bukan???</title><content type='html'>apa yg bisa jadi bukan...&lt;br /&gt;apa pula yg menjadikan itu bukan...&lt;br /&gt;apa yg terjadi karena bukan...&lt;br /&gt;marilah kita menjawab bukan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8759998502504177237-7527373119425261666?l=adeztya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeztya.blogspot.com/feeds/7527373119425261666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8759998502504177237&amp;postID=7527373119425261666&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/7527373119425261666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/7527373119425261666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeztya.blogspot.com/2007/12/bukan.html' title='bukan???'/><author><name>adeztya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17713882148679358827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_Q--gvdK30Cc/R1InvSQ4GTI/AAAAAAAAAAw/WImFrJLejx8/S220/fadjar.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8759998502504177237.post-6821787677480093756</id><published>2007-11-30T07:16:00.000-08:00</published><updated>2007-11-30T07:21:39.415-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poetry'/><title type='text'>seandainya</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;kalau saja angin dapat membantu ku untuk menyampaikan salamku pada bidadari disana...&lt;br /&gt;tapi semoga saja dia tahu...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8759998502504177237-6821787677480093756?l=adeztya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeztya.blogspot.com/feeds/6821787677480093756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8759998502504177237&amp;postID=6821787677480093756&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/6821787677480093756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/6821787677480093756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeztya.blogspot.com/2007/11/kalau-saja-angin-dapat-membantu-ku.html' title='seandainya'/><author><name>adeztya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17713882148679358827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_Q--gvdK30Cc/R1InvSQ4GTI/AAAAAAAAAAw/WImFrJLejx8/S220/fadjar.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8759998502504177237.post-3920988939503401767</id><published>2007-11-28T05:00:00.000-08:00</published><updated>2007-12-01T19:54:36.992-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poetry'/><title type='text'></title><content type='html'>I want, by understanding myself, to understand others.&lt;br /&gt;I want to be all that I am capable of becoming...&lt;br /&gt;This all sounds very strenuous and serious.&lt;br /&gt;But now that I have wrestled with it, it's no longer so.&lt;br /&gt;I feel happy - deep down,&lt;br /&gt;All is well.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(this poetry typed by. Katherine Mansfield)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8759998502504177237-3920988939503401767?l=adeztya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeztya.blogspot.com/feeds/3920988939503401767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8759998502504177237&amp;postID=3920988939503401767&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/3920988939503401767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8759998502504177237/posts/default/3920988939503401767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeztya.blogspot.com/2007/11/i-want-by-understanding-myself-to.html' title=''/><author><name>adeztya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17713882148679358827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_Q--gvdK30Cc/R1InvSQ4GTI/AAAAAAAAAAw/WImFrJLejx8/S220/fadjar.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
